Laman

Kamis, 26 Januari 2012

love - LOVE

Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru  malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pakai  simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain merasa bete, nggak disayang, nggak dihargai.
Memang, ada saat-saat kita merasa nggak nyaman  mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain,  atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain ; "jaga  diri baik-baik", "belajar yang bener", "hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".  Tapi, sebenarnya, itu cuma opsi-opsi  lain dari perkataan yang sesungguhnya ; "saya sayang kamu", "saya  peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau  kamu terluka".
So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan  eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata  yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain  menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang  pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.
Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya.  Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia akan mendapatkan cinta di  sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana  pun juga, itu adalah cinta.
Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapat kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap.  Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia akan menemukannya.  "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu”. kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.
Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara--hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.
Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan  keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain.  Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau  tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa  Mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta  yang menjadi dasarnya.
Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa  membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
Cinta adalah anugerah….
Membuat kita tertawa…..
Membuat kita bernyanyi…..
Membuat kita sedih…..
Membuat kita menangis…..
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima…..
Membuat kita memberi…..
Membuat kita menjadi aneh....
Dan yang paling penting ; Membuat kita hidup…..
Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting ; kita  nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu  perlu. Dan itu jangan sampai membuat kita jadi kesepian. Yang jadi  masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Tidak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia  buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.
Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka sudah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar